Tag-Archive for ◊ Model Kandang Kambing ◊

Author:
• Tuesday, May 08th, 2012

Lokasi kandang kambing sebaiknya dipilih di tempat yang teduh, tetapi cukup mendapatkan sinar matahari di waktu pagi. Lokasi kandang sebaiknya tidak terlalu jauh dari rumah, misalnya di belakang rumah sehingga memudahkan pengawasan dan penjagaan dari berbagai gangguan dan hal-hal lain yang tidak terduga. Namun, kandang sebaiknya dibangun agak jaug dari lalu lintas masyarakat ramai sehingga ternak bisa hidup tenang. Kandang kambing yang baik biasanya memberi perlindungan yang aman bagi ternak yang menghuninya.

Kandang kambing sebaiknya didirikan di atas tanah yang kondisinya padat, kering, tidak becek di waktu hujan, bersih, selalu mendapat sinar matahari pagi dan jauh dari pepohonan besar atau agak terbuka tempatnya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan ternak dari serangan penyakit. Jika tempat kandang basah atau lembap, ternak akan mudah terserang pilek.

Dalam membangun kandang harus juga memperhatikan kondisi, konstruksi dan perlengkapan kandang. Kondisi kandang adalah bentuk atau model kandang yang bisa membantu ternak terhindar dari gangguan alam secara langsung seperti hembusan angin, terpaan hujan, dan sengatan terik matahari. Untuk mendapatkan kandang yang optimal diperlukan perencanaan konstruksi yang baik. Model kandang disesuaikan dengan keperluan. Kandang sebaiknya kokoh, awet dipakai, memenuhi syarat kesehatan dan nyaman dihuni oleh ternak. Model kandang untuk kambing umumnya berbentuk panggung yang dibangun di atas permukaan tanah sehingga terdapat kolong dibawah kandang. Tinggi kolong dari permukaan tanah sekitar 0.5 m.

Konstruksi kandang yang baik adalah kokoh, kuat dan tahan lama. Kandang yang baik adalah kandang yang memiliki ventilasi yang baik, dindingnya kuat dan baik, atap tidak bocor, serta lantainya tidak mudah lembap. Rangka dan dinding kandang bisa terbuat dari kayu, bambu, atau beton yang kokoh. Dinding kandang sebelah kiri, kanan, dan belakang ditutup untuk menghindari arus angin.

Atap kandang berfungsi untuk melindungi ternak dari panas matahari, hujan dan angin. Bahan untuk atap dapat terbuat dari genting, asbes, ijuk atau rumbia. Bahan ini sangat baik karena tidak menimbulkan panas dalam kandang dan tahan lama.

Lantai kandang dibuat dari bilah-bilah bambu, papan, atau lapisan semen. Agar tidak menimbulkan kecelakaan bagi ternak, sebaiknya lantai dibuat rata, datar, tidak licin, tidak terlalu keras, serta tidak mudah ditembus air. Lantai kandang dibuat sejajar dengan papan lantai dengan lebar celahnya antara 1-1.5 cm sehingga kotoran dan air kencing dapat jatuh ke bawah. Selain itu, lantai bercelah jugamemudahkan pengumpulan kotoran dan pembersihan kandang. Jika dipilih model kandang tidak berkolong, harus diperhatikan pembuatan lantainya. Keadaan lantai harus selalu kering, bersih, tidak becek atau lembap dan mudah saat dibersihkan.

Sumber: Buku Beternak Kambing Unggul oleh B. Sarwono